Beranda » Pendapat » Mts/MA Salafiyah, Gudang Pengkaderan Ahlussunnah wal Jamaah

Mts/MA Salafiyah, Gudang Pengkaderan Ahlussunnah wal Jamaah

NU gudangnya penggodokan aqidah islam yang tentu mendasar pada Al quran, Hadits. NU sebagai ormas yang sangat modern, yang mana NU tidak pernah melupakan sejarah indonesia dan sejarah perjuangan masuk dan penyebaran Islam di Indonesia, NU sangat menghargai budaya, tradisi masyarakat yang baik, NU tidak pernah mengagamakan tradisi, agama ya agama, tradisi ya tradisi, dan NU sebagai kekuatan, NU yang selalu menjaga budaya lama dan mengambil budaya yang baru yang lebih baik, NU yang punya modal sosial yang sangat kuat, serta lain-lainnya.

saya sangat berharap, baha lembaga pendidikannya NU seperti Ma’arif adalah lembaga yang juga menggodok kader remaja NU. mungkin dalam hal ini lebih tepat kader IPNU dan IPPNU. dimana, NU dalam menjalankan sistem pengakderan di lembaga ini mestinya akan sangat efektif dan efisien. oleh karena itu saya sangat berharap, ada peningkatan, perubahan materi ke NU atau ke Aswajaan di pelajaran yang diajarkan. budaya-budaya, tradisi-tradisi zaman dahulu sampai sekarang yang baik yang ada di masyarakat yang dipelihara oleh NU, juga mestinya masuk dalam pelajaran, sistem pengakderan di Ma’arif NU. jadi, kedepan anak-anak ma’arif sudah paham, dasar dari adanya tahlilan misalnya, shalat tarawih 20 rekaat misalnya dan lain-lain. serta tradisi-tradisi di masyarakat yang sangat baik, perlulah di eksplor dalam sistem pengakderan NU di sekolah-sekolah maarif NU.

Berbeda dengan MTs, MA salafiyah wonoyoso Kebumen Jawa Tengah, yang sejak berdirinya sekitar tahun 1930 an, dengan konsisten juga mengajarkan ajaran-ajaran ahlussunnah waljamaah. dan lembaga pendidikan ini tidak ada hubungan struktural dengan NU. tetapi bisa dikatakan bahwa lembaga pendidikan inisalah satu ruh NU. misalnya, sewaktu saya belajar di sana setengah dari jumlah murid dalam satu kelas adalah putra-putra para kyai dari berbagai pelosok di kebumen, bahkan di luar Kebumen sampai pada luar jawa yang tinggalnya sambil mondok di banyak pesantren di kebumen. jumlahnya sudah tak terhitung kyai-kyai ndesa, musholla, mesjid, yang berasal dari lulusan lembaga pendidikan ini.

di dalam proses penyelenggaraan pendidikan di dalamnya tidak ada materi ke NU an, tetapi para pengajarnya semuanya adalah warga NU bahkan para tokoh NU. ketua PCNU peridoe 2003-2008, 2008-2013, adalah pengajar dan juga kepala sekolah MTs salafiyah tahun 2006 hingga sekarang. beliau adalah Drs, KH Masykur Rozaq.

walaupun tidak ada materi ke NU an secara organisasi, tetapi justru yang lebih mendasar yaitu materi-materi, atau ajaran-ajaran ahlussunnah waljamaah. terdapat belasan mata pelajaran lokal, kitab-kitab kuning. seperti di MTs nya, diajarkan hadits2 (arbainnawawi), ilmu tajwid, praktek qiroatul qur’an, nahwu, sharaf, (imrithi, izzi) dan pelajaran kitab-kitab dasar syariat, pengetahuan Islam lainnya. di tingkat MA juga lebih mendalam lagi pelajaran kitab-kitabnya, seperti ilmu Nahw Saharaf (Alfiyah Ibnu Malik), ilmu Balaghoh, ilmu mantiq ( keduanya juga ilmu metode berbahasa, rasionalisasi, logika berbahasa, bercakap), tafsir jalalain, hadits (bulughul maraam) Tahrir (fiqh), Usul fiqh, Tauhid (jauhar tauhid) dan ujian lisan dan semua mata pelajaran kita tersebut.

KH Masykur Razaq, pernah mengungkapkan, jika siswa-siawa MTs, MA Salafiyah belajar dengan sungguh-sungguh, maka tidak akan kalah dengan santri yang mondok belasan tahun. karena kita-kitab yang di ajarkan adalah sangat prinsip dalam memahmi syariat Islam. dan terbukti sangat efektif, tandas beliau.

lembaga pendidikan yang satu ini memang sangat konsisten dengan identitas model pembelajarannya. walaupun banyak tokoh NU di sana, tetapi lembaga ini sama sekali tidak pernah pamrih ingin mendapatkan perhatian dari organisasi NU, karena memang tidak ada hubungannya secara struktural. tetapi, lembaga pendidikan ini sangat konsisten dalam megajarkan ajaran ahlussunnah waljamaah. hal ini juga di sebabkan dengan faktor tokoh pendiri pesantren dan madrasah salafiayh, almaghfurlah KH Ahmad Nasuha. beliau juga termasuk pendiri NU Kebumen, karena beliau juga santri tebuireng, santri pendiri NU, KH Hasyim Asy’ari.

semoga MTs, MA salafiyah tetap jaya, dalam ikut mencerdaskan bangsa ini. (Munajat, SHI)


2 Komentar

  1. Kang Ahmad mengatakan:

    Assalamualaikum, wr wb
    Perkenalkan Saya ahmad dari jakarta. Dulu saya lulusan MTs dan MA Salafiyah Saya lulus tahun 2003. saya rindu dengan suasana sekolah disana. kalau boleh usul kepada pihak yayasan agar membuat website untuk ngumpul-ngumpul alumninya Terma kasih Wassalam

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: