Beranda » PROFILE

PROFILE

Sejarah berdiri…., secara singkat :

A. Pembangunan Berdirinya

Pesantren “Salafiyah “ ini dibangun kembali pada akhir bulan Syawal 1370 H atau  Agustus 1951, setelah mengalami beberapa kali fatroh atau facum, antara lain :

  1. Fatroh karena wafatnya pembangunan pertama ialah kyai Muhamad Arfiyah bin Sunan Mursyid ( Bupati Panjer ) dalam masa berpuluh- puluh tahun.
  2. Fatroh karena wafatnya pembangunan kedua kyai Haji Isma’il.
  3. Fatroh karena hal- hal sekitar clas- clas dengan Belanda, dimana para santrinya pulang kedesa-desa untuk menggabungkan diri sebagai gerilyawan- gerilyawan, antara lain: KH. Saefudin Zuhri, Brigjen Burhani Cokro Handoko, Drs. Manan Rukyat (Dekan Fak. Usuludin), dan lain- lain.

B. Masa setelah dibangun kembali

Setelah mengalami fatroh bertahun- tahun, maka pada tahun 1951 pesantren “Salafiyah” dibangun kembali oleh Almarhum KH. Ahmad Nasichah yang dibantu oleh menantunya KH. Fathurrohman serta pembantu- pembantu yang lain. KH. Hasyim Abdillah, KH. Nurchamid, KH. Affandi , KH. Ali Siddiq, K. Nasichin, K. Basiran, dan lain- lain.

Keserasian kerja dan kemauan yang keras dari kedua beliau dengan pembantu-pembantunya, menjadikan besarnya kepercayaan masyarakat yang dengan ikhlas memberikan dukungannya sehingga terbentuklah suatu pesantren yang tergolong dimasa itu dan dalam jangka pendek dapat dibangun suatu gedung madrasah bertingkat serta tanah- tanah waqaf secara gotong royong.

Santri- santri kemudian berdatangan dari luar daerah, diantaranya dari Banyuwangi, Jember, serta daerah-daerah Jawa Timur lainnya dari Banjar, Ciamis, Banten, dan daerah Jawa Barat lainnya, Sumatra, bahkan ada yang datang dari Singapura. Dengan perkembangan yang begitu pesat dan baik, akhirnya pemerintah memberikan subsidi dimasa itu dan guru- guru pemerintah untuk Madrasah Salafiyah yang berjalan sampai kini.

Kemajuan- kemajuan disegala bidang ditingkatkan, demikian juga dalam bidang olah raga terutama dalam bola kaki, sehingga mempunyai kesebelasan yang tangguh dengan nama AL AS’AAD yang pernah meraih sebagai juara kabupaten.

Setelah kedua beliau wafat, kepemimpinan untuk sementara dipegang oleh Bapak KH. Hasyim Abdillah dengan dibantu para penerusnya yaitu para alumni atau santri dari Almarhumain, dan kemudian diserahkan kepada KH. Sulton (menantu KH. Achmad Nasichah).

Dibawah asuhan Bapak KH. Sulton perkembangan tampak mulai tambah maju setapak demi setapak.

Pengajian atau kuliah umum setiap hari selasa dan sabtu yang dulu dirintis dan diasuh oleh Almarhum Bapak KH. Achmad Nasichah sendiri. Sekarang tambah ramai yang diikuti oleh kyai- kyai dari desa- desa, dan kemadrasahan pun berkembang terus dibawah pimpinan KH. Hasyim Abdillah dengan para penerusnya.

Pepatah mengatakan : “patah tumbuh, hilang berganti”. (dokumen sejarah salafiyah dari masa ke masa , masih akan ada pembaruan)

Guru  dan karyawan MTs Salafiyah Tahun Ajaran 2011/2012


1 Komentar

  1. amryligiea mengatakan:

    SALAFIAH IS THE BEST

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: